ANAK SEHARUSNYA DALAM PERLINDUNGAN DESA PEKRAMAN

60
0
Share:Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Pin on Pinterest0Share on StumbleUpon0Share on LinkedIn0

Kasus pernikahan anak di Bali  tertinggi terjadi di Kabupaten Jembrana, berikutnya berturut-turut di kabupaten Buleleng, Bangli dan Karangasem. perkawinan anak yang sebagian besar disebabkan oleh kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) atau tidak direncanakan. dan faktanya Desa Adat atau Desa Pekraman di Bali memegang peranan penting,  dengan alasan utama agar desa secara spiritual tidak kotor  atau “leteh”, serta status anak yang dikandung jelas secara hukum adat, maka anakpun dinikahkan.

Sehubungan dengan itu, pada tanggal 12 Oktober Bali Sruti bersama para pegiat perlindungan anak di Bali  melakukan FGD (focus group dicussion) tentang perlindungan anak di dalam lingkup Desa Pekraman Bali. Lembaga yang terlibat seperti LBH Apik Bali, LBH Bali, KPPAD Bali, WHDI, LPA bersepakat perlunya mendorong Desa Pekraman  berperan dalam hal-hal sebagai berikut : (1) Memberikan perlindungan terhadap usia anak/remaja, 0-18 tahun dari kekerasan dan perkawinan anak; (2) Memberikan perlindungan dari Kekerasan yang dapat berbentuk fisik, psikhis, seksual dan penelantaran dari orangtua, keluarga, lingkungan dan orang dekat mereka yang seharusnya bertanggungjawab terhadap keberlangsungan hak-hak mereka sebagai anak; (3) Memberikan pelatihan ,edukasi, sosialisasi bagi prajuru , seke teruna/terini (STT), krama lanang, krama istri tentag perlindungan anak dan anak yang berhadapan dengan hukum seperti  pencurian, narkoba, seksual ; (4) Melatih Prajuru desa pekraman mengenai kursus calon pengantin/ pendidikan pra nikah; (5) Melibatkan krama ngarep desa pekraman, krama tamiu untuk  bersama-sama memberikan perlindungan terhadap anak.

Hasil FGD akan diusulkan kepada Majelis Desa Pekraman yng akan menyelenggarakan Pesamuan Agung pada bulan November 2017. dengan harapan dapat diterima oleh 1448 desa pekraman yang ada di Bali.

FGD Perlindungan Anak dalam Desa Pekraman 12 November 2017

 

Leave a reply